Jalan Kaki Sambil Mejeng di Braga, Bandung

Nggak akan lengkap rasanya kalau jalan-jalan ke Paris Van Java tapi bila belum pernah menyusuri Jalan Braga. Jalan yang dulunya pernah menjadi place to see and to be seen pada zaman Hindia-Belanda ini banyak menyimpan cerita masa lalu. Menikmati megahnya masa lalu sambil berjalan kaki sepanjang Braga wajib dicoba!

Jalan-Braga-Bandung
Jalan Braga Bandung

Menyusuri Jalan Braga, Bandung

Kata Braga diambil dari Bahasa Sunda ‘Ngabaraga’ yang artinya bergaya, nampang, atau mejeng. Dulu, sepanjang jalan tersebut sering dipadati oleh pejalan kaki yang hendak bragaderen atau bergaya saat sore tiba. Seru, ya, mejeng saat senja kala!

Sekarang pun Jalan Braga tetap menjadi tempat mejeng para kawula muda. Acara mejeng jadi makin asyik dengan latar jadul, trotoar nyaman dan udara Bandung yang sejuk. Nah, sambil mejeng kamu bisa mampir ke tempat-tempat berikut supaya acara mejengmu jadi lebih berisi, hehe…

1. Toko Buku Djawa 79, Braga – Bandung

Sepengamatan saya, Toko Buku Djawa 79 adalah satu-satunya toko buku yang ada di Jalan Braga. Toko buku ini berdiri sejak tahun 1955 dan sampai sekarang masih mempertahankan fisik bangunan lamanya.

Saat masuk ke dalam toko, kamu akan melihat susunan buku-buku yang tertata rapi. Tidak hanya buku, di sana juga banyak poster lawas dan foto hitam putih yang dipajang di dinding-dinding toko. Toko Buku Djawa 79 adalah tempat yang paling pas untuk kamu yang ingin mencari dan membeli buku yang tidak dijual di toko-toko buku besar.

2. Restoran Braga Permai

Braga Permai adalah salah satu restoran di Braga yang sudah berdiri sejak tahun 1921. Didirikan oleh keluarga Bogerijen, dulunya Braga Permai bernama Maison Bogerijen. Perubahan nama menjadi Braga Permai terjadi pada era Soekarno pada tahun 1960-an, yang kala itu meminta perubahan nama dari Bahasa Belanda ke Bahasa Indonesia.

Jika datang ke sana, kamu masih melihat sedikit peninggalan dari masa Maison Bogerijen. Rak-rak kayu yang menempel pada dinding yang masih terawat, menu yang tersaji pun masih sama seperti masa lalu. Ada ice cream dengan 6 varian rasa, pastries dan kue-kue seperti Tompoesjes, Ananas Geap, Speculaas Almond, Ontbijkoek dan Booterstaf yang sangat cocok dihidangkan bersama ice cream atau teh hangat.

3. Gedung Landmark Braga (Bandoeng Tempo Doeloe)

Salah satu bangunan yang masih dipertahankan di Jalan Braga adalah Gedung Landmark Braga. Gedung ini menjadi simbol sejarah Bandung yang memiliki aspek historis yang tinggi. Kamu tidak akan kesulitan menemukan gedung ini, karena ada tulisan ‘LANDMARK’ di bagian depan gedung.

Kini,Gedung Landmark Braga kerap dijadikan tempat menggelar event besar yang ada di Bandung. Meskipun tidak bisa masuk ke dalam kalau tidak ada acara berlangsung, kamu masih dapat berfoto-foto di depan gedung sambil membayangkan suasana Bandung tempo dulu.

4. Gedung Bioskop Majestic

Sebuah gedung pertunjukkan termashyur di masanya pernah dibangun di di Jalan Braga. Gedung pertunjukkan itu bernama Gedung Bioskop Majestic. Gedung ini telah berdiri sejak tahun 1925 dan didirikan untuk mengiringi kawasan Braga sebagai pusat belanja Eropa pada pertengahan 1920-an. Saat itu memang bioskop menjadi tempat hiburan paling populer di kalangan para meneer.

Ciri khas gedung ini adalah bentuknya yang menyerupai kaleng biskuit. Masyarakat pribumi pun sempat menjulukinya sebagai blikken trommel yang dalam Bahasa Belanda berarti kaleng timah, atau disebut juga kaleng biskuit.

Sayangnya gedung yang pernah berjaya di tahun 1970-an ini sekarang kondisinya begitu memprihatinkan. Bangunan yang sudah berganti nama menjadi New Majestic dan menjadi salah satu heritage di Kota Bandung sekarang menjadi tempat karaoke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *