Maluku Utara Yang Tak Dikenal

Sampai saat ini Maluku Utara masih menyimpan banyak misteri, tak banyak terdengar dan tak banyak di lirik oleh wisatawan. Padahal di sini berdiam suku nomadik yang seakan tidak tersentuh kemajuan zaman. Masih banyak pula pulau-pulau tak berpenghuni, karenanya propinsi ini cocok bagi kamu yang ingin mengunjungi daerah terpencil yang penuh kejutan.

Merekam Sejarah-sejarah Penting Dunia

Di sinilah tempat di mana telepon genggam dan kendaraan roda empat tidak dikenal dan rempah-rempah menjadi sumber pertikaian. Jejak jendral besar asal Amerika Serikat MacArthur yang pernah berkunjung pada masa Perang Dunia II pun masih dapat dilihat.

Siapa sangka Tanah Maluku menjadi saksi sejarah peperangan yang mengubah dunia. Selama ratusan tahun Portugis, Belanda dan Spanyol berperang memperebutkan hegemoni perdagangan rempah dunia di sini. Kesultanan setempat -Ternate, Tidore dan Jailolo- juga kerap berselisih untuk mendominasi di kawasan ini. Sementara itu pada abad ke-20 beberapa perang besar yang terjadi di sini, yang menjadi kunci kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II. Kamu dapat melihat sisa-sisa sejarah tersebut dengan mengunjungi beberapa benteng dan bangunan peninggalan masa kolonial lainnya di Ternate dan pangkalan Sekutu di pulau Morotai yang punya peran penting dalam pembebasan Philipina.

Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Bergelimang Kekayaan Alam
Maluku seperti sekotak harta karun, kaya raya bagi mereka yang bisa menginjakkan kaki di sana, karena kamu bisa melihat sendiri, betapa kekayaan alam di Maluku tumpah ruah. Berada di tengah kawasan Wallacea, propinsi ini merupakan rumah bagi beberapa ekosistem paling rumit di nusantara, bahkan dunia. Tak percaya? Kamu sebaiknya pergi ke Taman Nasional Aketajawe Lolobata di Pulau Halmahera, untuk melihat langsung sekitar 20 burung endemik Maluku Utara.

Taman nasional yang dilindungi oleh Putri Takamado dari Jepang ini, merupakan rumah bagi suku terasing yang dikenal dengan sebutan Tobelo Dalam atau Togutil yang keberadaannya saat ini terancam oleh penebangan liar. Sebuah ironi, karena mereka sangat menghargai keberadaan pohon sebagai sumber kehidupan, terlihat dari tradisi menanam pohon yang harus dilakukan setiap orang tua yang baru saja dikaruniai anak.

Pantai-pantai Perawan di sepanjang Maluku Utara

Maluku Utara juga punya pantai-pantai yang bagaikan mutiara terpendam, menunggu untuk ditemukan. Laguna kecil dengan pantai berpasir putih, pantai vulkanis yang berpasir hitam, atau pantai-pantai berpanorama pegunungan sambung menyambung membentuk untaian pesona alam. Yang paling terkenal mungkin adalah Sulamadha, pantai berair jernih sekitar 14 kilometer dari Ternate. Ada juga pantai Bula, di Ternate, yang memiliki panorama tak kalah eksotis. Sementara itu di pantai Lelei pulau Kayoa menawarkan pantai berpasir putih tempat kamu dapat bermain-main dengan hiu karang yang ramah.

Kehidupan bawah laut di sini juga sangat beragam, antara lain di seputar Pulau Guraici dan Tofiri di Jailolo. Pecinta bangkai kapal selam akan menyukai situs menyelam di sekitar pulau Morotai.

Kawasan ini sangat menarik untuk untuk kamu kunjungi, terutama jika ingin melihat sesuatu yang unik dan budaya yang seakan tak tersentuh peradaban. Luangkan waktu yang cukup lama saat kamu hendak berkunjung ke propinsi ini karena sarana akomodasi dan transportasinya yang masih kurang mumpuni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *