Nostalgia Keliling Jakarta

Jakarta mungkin bukan lagi sebuah kota buat sebagian yang terjebak di dalam rutinitas. Hell on earth, distopia dan seribu makian lainnya dilemparkan untuk ibukota negara tercinta ini. Selain macet dan polusi, mungkin kamu juga sudah bosan dengan mall-mall gemerlap yang berdiri di setiap ruas jalan Jakarta. Terjebak di Jakarta dirasa sebagai title yang pas untuk menggambarkan kehidupan di Jakarta.. tapi tunggu, yakin terjebak di Jakarta?

Jakarta nggak seburuk yang kita pikirkan, kok. Dikala rutinitas membosankan datang, di Kota Betawi ini ada banyak tempat seru, salah satunya dengan melangkah riang ke pusat Jakarta untuk menikmati nostalgia jadul seharian di sana.

Pasar Baroe Jakarta
Pasar Baroe Jakarta

Pasar Baru
Passer Baroe (Pasar Baru) terdengar sudah terlalu biasa? Terlalu biasa jika kamu hanya melintas di depannya atau belanja-belanji di toko tanpa melihat lebih dekat kehidupan di dalam pasar kuno tersebut. Masuk ke dalam Passer Baroe laiknya naik mesin waktu dan tiba di kawasan dengan arsitektur khas Cina dan Eropa. Di kanan-kiri walking street yang penuh dengan orang-orang berjualan, kita masih bisa menikmati kejayaan masa lalu yang ditawarkan toko-toko jadul seperto Lee le Seng, toko jam Tjung-Tjung dan Optik Seis (Tjun Lie).

Di depan toko-toko tersebut pedangan uang kuno berjajar menunggu pembeli. Kalau kamu pandai menawar dan terlihat ‘seperti anak sekolahan’ bisa dapat harga khusus yang lebih murah, lho! Selama menjejakkan kaki di sepanjang walking street Passer Baroe, penciumanmu akan dimanjakan dengan aneka ragam makanan penggugah iman diet! Ada cakwe dan kue bantal Ko-Atek, harumnya mie A-boen, somay kepul-kepul dan yang paling hits… sate kikil dan lontong oncom super pedas! Sate kikil yang terletak di area dalam Passer Baroe ini sudah berjualan sejak dua puluh tahun yang lalu. Sate kikil dijual bertusuk-tusuk dan disiram kuah sambal. Selain sate kikil, mereka juga menjual lontong oncom, cimol dan pecel dengan kuah yang semuanya pedas. Pedas sih tapi nagih!

Nah, setelah nyemil sate kikil, langkahkan kaki sedikit lebih dalam lagi untuk sampai ke Metro Passer Baroe. Tempat yang terkenal sebagai pusat kamera ini juga terkenal sebagai pusatnya secondhand items, lho! Naik ke lantai tiga, kamu akan disambut dengan wangi-wangian khas baju bekas yang merangsang insting belanja. Inilah surganya baju-baju bekas berkualitas dengan harga yang masih bisa dibilang murah (walau tidak semurah yang ada di Pasar Senen). Sempatkan hunting baju-baju dan sepatu vintage di sini, baju bagus tidak ketemu dua kali!

Peta rute nostalgia jadul Jakarta

Kamu dapat mencapai kawasan unik ini dengan kendaraan pribadi atau menggunakan moda transportasi umum Metromini P15 dari Senen-Bendungan Hilir via Sudirman, Bus Mayasari Bakti AC63 atau AC116, Kereta Api turun di Juanda-Kalideres, atau Transjakarta Koridor3.

Jalan Veteran
Seusai menjelajah di Pasar Baru, kamu bisa melipir ke area Jalan Veteran 1 yang terletak di sebelah Masjid Istiqlal (atau di seberang Stasiun Kereta Djuanda). Dari Passer Baroe ke Jalan Veteran jaraknya hanya sepelemparan halte Transjakarta, bisa juga dicapai dengan jalan kaki. Jalan Veteran ini terkenal sekali dengan es krim jadul, Ragusa Es Italia. Nikmati satu skup es krim coklat ditemani seporsi otak-otak atau mie juhi yang dijual di depan kedai untuk cemilan siang, enak banget! Kalau es krim Ragusa tak cukup mengganjal perut, Jalan Veteran punya banyak menu lengkap untuk mengisi kekosongan perutmu. Dari a la Indonesia, Eropa seperti Italia, Perancis, Cina sampai Jepang semua ada di sepanjang Jalan Veteran! Es jadul Ragusa yang harus dimakan buru-buru karena tidak menggunakan pengawet, Jakarta

For another Italian shot, rasakan kelezatan Pizza di Domus. For French style lunchie, bisa cicip Rive Gauce yang merupakan ahlinya escargot dan limoncello. Kalau ingin pedas dan makanan a la India, Amaya resto di sudut jalan dapat jadi pilihan. Kunjungi juga Newseum Café yang memiliki interior unik! Area sepanjang Jalan Veteran ini sungguh rindang dan menghembuskan aroma jaman dulu yang kental. Berfoto di sepanjang jalan atau di depan salah satu gedungnya bisa menjadi bukti perjalananmu ke masa lalu. Tempat ini juga sering dijadikan lokasi foto pre-wedding, lho!

Cikini Area
Ayo lanjutkan perjalanan nostalgia menuju Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Sepanjang jalan ini, jajaran bangunan lama yang kokoh berdiri sejak dulu bersanding akrab dengan toko-toko baru. Jalan ini termasuk ramah untuk pejalan kaki karena area trotoar cukup lebar dan lengang. Kamu bisa jalan santai sore-sore di sepanjang jalan Cikini Raya untuk sampai ke toko roti legendaris Tan Ek Tjoan. Toko di Jalan Cikini Raya no 61 ini menyediakan beragam olahan roti yang sudah teruji kelezatannya sejak dahulu kala! Roti andalannya adalah nougat coklat dengan taburan gula pasir dan juga kue khas jaman eyang-eyang kita dulu, kue ganjel rel alias kue gambang.

Nah, belilah beberapa potong roti enak untuk dimakan sambil berjalan menuju Taman Ismail Marzuki! Kompleks taman yang terkenal dengan planetarium dan gedung pertunjukkan ini hanya berjarak beberapa langkah saja dari Tan Ek Tjoan. Di dalam Taman Ismail Marzuki, terdapat surga kecil bagi pencinta buku yang halamannya sudah menguning alias buku secondhand.Welcome to Galeri Buku Bengkel Deklamasi. Toko buku milik sastrawan Jose Riza Manua ini layaknya gudang rahasia karena menyimpan buku-buku yang sudah langka di pasaran. Puaskan soremu dengan buku-buku bagus yang dibeli di toko buku sambil duduk-duduk santai sebelum menikmati meriahnya masa lalu di Jaya Pub.

Searah dengan Jaya Pub, kalau kamu masih lapar, kamu bisa mampir atau melintas dulu ke Jalan Sabang untuk isi perut. Ada beragam café dan jajanan yang ramai menghiasi jalan ini, tentunya masih dengan nuansa jadul yang kental. Dan sekarang, ayo menyeberang dari Sabang ke Jaya Pub!

Pub yang terletak Jalan MH Thamrin Kav 1-2, Jakarta Pusat ini adalah pub tua kesukaan para ekspatriat. Live music yang disajikan semalam suntuk dengan interior oldish yang gemerlapan membuatmu kembali ke masa-masa gemerlap eyang-eyangmu dulu. Kata siapa Jaya Pub terlalu tua untuk anak muda? Tidak ada salahnya menikmati sesuatu yang tua kan, supaya kita jadi lebih menghargai masa muda yang singkat ini. Jaya Pub yang merupakan pub tertua di Jakarta memberikan nostalgia yang mendalam. Go grab your beer, enjoy the music dan nikmati perlahan malam yang semakin manula di Jakarta.

Metro Pasar Baru

Berakhirlah perjalanan nostalgia seru di Jakarta yang ternyata bisa dilakukan dalam sehari. Siapa bilang Jakartans hanya bisa terjebak di mall-mall Jakarta dan macet ibukota saja? Terjebak masa lalu dengan jalan-jalan nostalgia ke pusat Jakarta pun bisa dilakukan. Selamat menjelajah!

Kepulauan Seribu

Kalau tadi semua tempat berlokasi di keramaian Kota Jakarta, nah tempat liburan yang satu ini berlokasi di hamparan pulau di teluk jakarta. Kepulauan seribu sangat cocok bagi anda yang ingin liburan yang dekat dan terhindar dari kebisingan kota jakarta. Disana terdapat banyak sekali pulau diantaranya pulau pari, pulau tidung, pulang harapan, pulau pramuka, dll. Nah khusus untuk pulau pari, saya sangat merekomendasikan Shaqila Tour, selain mengutamakan kenyaman, terdapat paket wisata pulau pari yang terjangkau dan sangat cocok untuk kantong anda. Silahkan di kepoin websitenya ya 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *